RESENSI NOVEL HAIR QUAKE
setiap orang mempunyai
kekurangan dan kelebihan, namun dari sebuah kekurangan itu kita dapat menjadi
seseorang yang labih tangguh dalam menjalani hidup.
Andita Soekardi
memang bukan seorang Barbie yang cantik, langsing, dan berambut pirang indah.
Ia Cuma cewek biasa yang bekerja sebagai guru bahasa inggris disebuah institut
bahasa asing. Ia cewek normal, impulsif, cerewet, moody, namun baik hati dan
pintar. Ia lumayan pede walaupun bekulit hitam, bertubuh kerempeng, dan belum punya pacar. Cuma satu yang
membuatnya aneh: punya opsesi akut pada rambutnya ! bagi Andita, better hair
brings better luck, better love and better life.
Hidup Andita
berantakan ketika fotonya masuk ke majalah dan rambutnya disebut sudah out of
style. Segala hiburan sahabatnya, Ferry, tidak digubrisnya. Andita malah
mendatangi salon tempatnya memotong rambut dengan gaya yang disebut sudah jadul
itu, dan menuntut ganti rugi.
Saat menjalani
perawatan rambut ganti rugi disalon itulah Andita bertemu dengan Prasta,
eksekutif muda ganteng yang selalu jadi curahan hatinya. Kepada Prasta Andita mencurahkan segala
unek-uneknya dikantor, proses promosi jabatannya yang bertele-tele, dan nyaris
semua cerita didalam hidupnya. Prasta bak Ferry kedua bahkan lebih.
Tapi kemudian
Ricky, sesama pengajar di institut tempat Andita mengajar sepertinya menaruh
hati padanya. Jadi, siapa yang harus Andita pilih, Prasta atau Ricky ? apakah benar
kondisi rambutnya memengaruhi kehidupan
karier dan cintanya ?
Dalam novel yang
bejudul Hair Quake banyak menggunakan bahasa Inggris seperti “ it looks like
someone has been taking care of you”, yang dapat menambah wawasan dalam bahasa
Inggris, novel ini juga dilengkapi dengan biografi penulis yaitu Mariskova,
yang menceritakan sedikit tentang kehidupan Mariskova, juga menggunakan bahasa sehari-hari (tidak
baku) sehingga mudah dimengerti karena
pemilihan katanya komunikatif.
Konflik yang
disajikan dalam novel tersebut cukup menarik, akan tetapi yang harus menjadi
bahan pertimbangan adalah ending ceritanya, ending cerita dalam novel tersebut banyak
ditemui di buku ber-genre sejenis.
Novel ini bisa dijadikan teman saat mengisi
waktu luang, isinya sangat menghibur bagi pembacanya, dan juga cocok dibaca
oleh kalangan remaja yang menuju kearah dewasa, karena novel ini menceritakan
tentang seorang gadis yang memiliki kekurangan tetep optimis dalam menjalani
kehidupannya dan dari kekurangannya itu dia dapat memperlihatkan kelebihannya.
Oleh : Melike Linda Susanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar